Sekitar tahun 2012 ketika sy masih aktif di salah satu forum, sy pernah bertanya kepada warga forum tsb soal redenominasi rupiah.
Isinya seperti dibawah ini:
Sy baca dr detik finance, alasan utama redenominasi itu cuma utk penyederhanaan dalam pencatatan keuangan atau sistem akuntansi dan keterbatasan digit dlm perangkat tehnologi
http://finance.detik.com/read/2012/1…1000-jadi-rp-1
Tapi kenyataannya, klo ini dilaksanakan, inflasi akan meningkat mau ga mau. Naikin Rp.1 ga keliatan, pdhl sebenernya naik Rp.1000. Bisa jadi bakal jd momen empuk para pedagang utk menaikan harga.
http://finance.detik.com/read/2011/1…ominasi-rupiah
Sy sih sadar n mengerti sepenuhnya perbedaan antara pemotongan uang n redenominasi, n jg mmg ada bbrp negara yg sukses dlm hal ini. Tp buat dilaksanakan disini kok sy msh amat sangat was was ya.
Jd pertanyaan sy:
1. Setuju atau tidak setuju
2. Klo pun dilaksanakan, bagaimana cara anda masing2 utk mengatasinya? Beli LM, valas, property?
Makasih atas sharingnya.
Berikut ini sebagian dari sharing teman-teman disana. sy cuma copas dari opini mereka disana, sy tidak menilai benar/salah pendapat-pendapat mereka:
- Lebih baik mulai mikir-mikir untuk beli properti/LM/dibelikan barang
- Pecahan sen akan dikeluarkan (?)
- Butuh banyak dana untuk mencetak uang baru
- Redenominasi akan lebih berasa di kota kecil daripada di kota besar
Artikel-artikel lain mengenai redenominasi:
http://finance.detik.com/read/2012/1…kecil-tertipu?
Namun, kalangan pengusaha yang diwakili Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini meminta pemerintah secara serius dan berkelanjutan melakukan sosialisasi redenominasi ke semua elemen masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kekagetan masyarakat atau menghindari dampak negatif dari penerapan redenominasi.
“Yang disosialisasikan ke masyarakat kecil, nggak usah elit-elit karena mereka sudah mengerti. Harus dilakukan sampai pasar-pasar, jangan sampai rakyat kecil tertipu,” tutur Ketua Apindo Sofjan Wanandi di Menara Bank Mega Jakarta, Senin (10/12/2012).
http://finance.detik.com/read/2012/1…si-ke-pelosok?
“Kita akan lakukan konsultasi publik, sosialisasi sampai ke pelosok-pelosok untuk bisa meyakinkan masyarakat Indonesia paham tentang tujuan dari redenominasi mata uang itu dan supaya tidak salah mengerti,” ujar Agus Marto di DPR RI, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
http://finance.detik.com/read/2012/1…erjadi-di-2017
“RUU Redenominasi sudah masuk prolegnas. Berbagai langkah persiapan baik legal dan sosialisasi sudah kita siapkan sudah lama, BI kan melakukan studi selama sekitar 3 tahun ini,” ujar Direktur Eksekutif Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo seperti dikutip Sabtu (15/12/2012).
Perry mengatakan, BI saat ini sudah mulai melakukan program sosialisasi soal redenominasi ini. Dia menegaskan, masyarakat jangan salah, redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan nilai mata uang.
Dia mengatakan, saat transisi redenominasi dilakukan, jika RUU-nya disetujui DPR, maka pedagang diwajibkan mencantumkan dua label harga, yaitu harga lama dan harga redenominasi, sehingga tak ada pembulatan harga.
“Jika tahun depan selesai (disetujui DPR), masa transisi kita usulkan 3 tahun,” jelasnya.
Kemudian, saat transisi redenominasi dilakukan, BI akan menyiappkan dua mata uang. Ada rupiah lama dan rupiah baru dengan nilai redenominasi.
“Masyarakat akan tahu kalau harga barang rupiah lama berapa, rupiah lama berapa, ada 2 jenis uang yang masyarakat bisa gunakan dua-duanya,” kata Perry.
Perry juga mengatakan, rencana pemunculan dua mata uang ini bakal muncul mulai 2014 saat masa transisi selama 3 tahun. Jadi nanti redenominasi bakal terjadi di 2017.
http://finance.detik.com/read/2012/1…000-jadi-rp-1?
Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azar Aziz menegaskan tidak anggaran sosialisasi redenominasi rupiah atau mengurangi digit (angka nol).
Hal tersebut bertentangan dengan rencana pemerintah yang sedang melakukan sosialisasi redenominasi mulai Desember 2012 hingga April 2013.“Kalau menyangkut anggaran kami tidak perkenan itu, kita tidak setuju, kalau UU di sahkan baru ada sosialisasi. Tunggu sah dulu UU-nya,” tutur Harry usai Rapat Kerja dengan BI di Ruang Komisi XI DPR Senayan Jakarta, Senin (10/12/2012).
Namun, berdasarkan intruksi presiden SBY yang ia ketahui, sosialisasi yang dimaksud adalah mendengarkan masukan dan pandangan dari masyarakat.
Sehingga hal tersebut lebih tepat masuk ke dalam anggaran kajian redenominasi sebelum RUU diserahkan ke DPR.“Kan presiden maunya konsulitasi publik, bukan sosialisasi,,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menjelaskan program redenominasi rupiah berada di bawah koordinasi Wakil Presiden Boediono.
Untuk program sosialisasi redenominasi akan dikerjakan oleh tim operasional yang terdiri dari Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia,
“Nah itu program sosialisasi di bawah tim ini. Sekarang sebetulnya menyiapkan agar pembahasan RUU masuk dalam prioritas di tahun 2013,” papar Darmin.
http://finance.detik.com/read/2012/1…-diperhatikan?
Ekonom dari Bank Mandiri Destry Damayanti mengungkapkan proses redenominasi pada dasarnya membawa rupiah lebih dipandang di mata Internasional.
“Kita juga akan merasakan benefitnya terutama ada efisiensi. Kita juga ada untuk masalah pride kita nilai uang makin terlalu besar terkesan tidak ada artinya, kita perlu pikirkan untuk redenominasi memang,” kata Destry di Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Namun apakah perlu saat ini? Pertama, Destry mengatakan banyak yang harus pemerintah kerjakan ditengah gejolak perekonomian global. Hal ini tentu mempengaruhi konisi keuangan domestik Indonesia.
“Kedua saat ini sistem keuangan kita sedang ada peralihan pengawasan dari BI dan Bappepam ke OJK, jadi energinya akan kesana semua,” terang Destry.
Lebih jauh ia menjelaskan, adapun faktor penting ketiga yang perlu diperhatikan adalah ketika Indonesia saat ini punya masalah dengan BBM bersubsidi. Di mana, sambung Destry, harga BBM terdistorsi sedemikian besar dan juga menimbulkan penyalahgunaan
Jika memang pemerintah melakukan redenominasi, bagaimana memonitor harga pasar tradisional itu bisa bergerak sedemikian harusnya.
“Supaya tidak terjadi inflator (faktor pendorong inflasi). Karena nanti income dipotong per Rp 1.000 terus yang di sana dengan pembulatan yang sudah ditentukan, nah di sana harganya itu tidak disiplin, misal hahrganya Rp 12.500 kan harganya harusnya Rp 12,5 jadi apa bedanya sih setengah dengan angka bulat jadi di Rp 13 atau jadi Rp 14,” paparnya.
http://finance.detik.com/read/2012/1…nvestasi-besar
Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti menilai masa transisi redenominasi bagi industri bank perlu dana investasi yang cukup besar.
“Masa transisi redenominasi nanti bagi bank-bank juga harus melakukan investasi, katakanlah kita harus invest lagi dari IT, invest lagi penyediaan ATM-ATM, karena masa transisi minimal 3 tahun diperlukan adanya 2 ATM, satu ATM berisi uang besar ATM satunya berisi uang kecil (redenominasi),” kata Destry ketika ditemui di Graha CIMB Niaga, Selasa (18/12/2012).
Dikatakan Destry , tidak hanya ATM saja, bank juga harus investasi lagi untuk penyediaan both-both yang dalam memudahkan masyarakat mendapatkan uang redenominasi.
“Kita perlu juga investasi menambah both-both dimanapun agar orang gampang capai atau cari uang kecil itu,” kata Destry.
Pasalnya kata Destry, jika hal tersebut tidak dilakukan maka orang akan males memegang uang redenominasi.
“Ini juga terutama harus dijaga suplai uangnya, jika tidak seimbang maka akan menimbulkan kesusahan, dari pada pakai uang baru susah dapatnya, mendingan pake uang yang lama saja, kalau begini tujuan tidak tercapai,” ujarnya.
Menurut Destry, apalagi sejumlah pekerjaan sampai saat ini belum terselesaikan seperti baru kemarin trading time di pasar modal diubah.
“Kemarin baru saja trading time pasar bursa diubah dari 09.30 WIB menjadi 08.45 WIB, belum lagi rencana penyamaan waktu yang mau dilakukan, perbankan juga lagi menyesuaikan diri dan melakukan berbagai kajian. Ini juga terkait manajemen resiko yang juga nanti menimbulkan ketidakpastian,” jelasnya.
Dikatakan Destry, jika melihat beberapa kendala tersebut, dirinya menyarankan agar redenominasi ini tidak dilakukan dalam beberapa tahun ke depan.
@liputan6dotcom: Ekonom akan Diminta Pendapat Soal Redenominasi Rupiah http://t.co/MNOQ28qy
Meski hanya berupa penyederhanaan, Dirjen Perbendaharaan Negara Kemenkeu, Agus Suprijanto, mengakui redenominasi membawa dampak pada banyak sektor ekonomi.
“Sampai saat ini pembahasan tentang redenominasi baru berputar di kalangan kementerian. Bank Indonesia adalah salah satu yang sangat menggebu-gebu implementasi redenominasi ini. Sementara itu Kementerian Perdagangan adalah yang paling keras menyampaikan kekhawatirannya akan redenominasi,” jelas Agus, di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (26/12/2012).
Agus menejelaskan, kebijakan redenominasi ini membutuhkan proses yang cukup panjang, sekitar delapan tahun, sampai bisa diterima oleh masyarakat. Dalam prosesnya sendiri, Kemenkeu mengaku butuh konsultasi dengan berbagai pihak terlebih dahulu. Harapannya, kebijakan baru ini tidak akan membebani beberapa kalangan.
Rencananya, hasil konsultasi Kemenkeu dengan para pelaku ekonomi pada 28 Desember 2012 mendatang itu akan dibawa ke DPR untuk dianalisis. Pihaknya menilai pembahasan mengenai redenominasi ini harus menjadi prioritas di DPR.
Selain pemerintah, DPR juga dikabarakan akan membentuk tim pengawas selama proses transisi redenominasi. Jika tidak ada halangan, pembahasan RUU redenominasi akan selesai pada 2013. Dan, implementasinya sendiri akan dimulai per 1 Januari 2014.
Meski diimplementasikan awal Januri 2014, penerapan kebijakan redenominasi kemungkinan baru bisa diketahui usai pemangku kebijakan mengetahui respon dari masyarakat. Untuk menangkap respon itu, pemerintah berencana memberlakukan ketentuan pencantuman dua harga sekitar Juli 2013.
Dengan ketentuan ini, semua toko dan kalangan pengusaha harus mencantumkan harga barang menggunakan nilai rupiah lama dan baru. “Dari situ akan diketahui bagaimana kesiapan masyarakat dalam menerima uang baru ini. Jika nyatanya belum siap, berarti implementasi redenominasi baru bisa dimulai tahun 2015,” pungkasnya. (EST/SHD)
UPDATE JULI 2017: REDENOMINASI RUPIAH https://sketsabank.wordpress.com/2017/07/28/redenominasi-rupiah
https://sketsabank.wordpress.com/2017/07/28/redenominasi-rupiah